Walau Mempunyai Pandangan Yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung Dan Si Nona Tak Dapat Bersama

Posted by Ganas003 on 09.52 in ,

Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar, biasanya, bung yang memahami kekeliruan cara pandang dalam berpacaran yakni orang lain. Dengan kata lain, walau katanya kita dan pasangan yakni dua orang yang sangat berbeda.


Salah satunya yakni melihat pasangan hanya sebagai embel-embel kekurangan. Mungkin relatif untuk memandang ini sebagai kesalahan. Bisa saja bung memandang maksud dari embel-embel kekurangan sebagai hal yang berbeda. Menurut buku berjudul “Happy Together: Using the Science of Positive Psychology to Build Love That Lasts” ada beberapa cara yang sanggup memastikan kekerabatan dengan pasangan tetap harmonis. Dan beberapa jawabannya ada di bawah ini.


Memenuhi Atau Mendukung Satu Sama Lain?


Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar Walau Memiliki Pandangan yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung dan si Nona Tak Bisa Bersama


Bung pilih yang mana? memenuhi satu sama lain? atau mendukung satu sama lain? bekerjasama memang multi tafsir, banyak yang menjalankan dengan dasar beberapa pengalaman atau pun sesuai dengan petuah orang yang telah lebih “dulu” menjalankan. Cinta, memang populer banyak kutipan dan istilah, mulai dari yang receh hingga yang mewah.


Salah satunya yakni dua hal ini, dan apakah bung sudah mempunyai jawabannya? nah, ternyata yang diyakini dari buku tersebut yakni pasangan serasi yakni mendukung satu sama lain. Bukan memenuhi. Lantaran bung dan nona bakal serasi jika saling mendukung kekurangan dan kelebihan. Karena bukan kiprah bung untuk memenuhi kekurangan nona.


Harmonis Atau Obsesif? Jangan-Jangan yang Bung Yakini Sikap Harmonis Malah Obsesif. Hmmm


Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar Walau Memiliki Pandangan yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung dan si Nona Tak Bisa Bersama


Banyak sinema elektron atau sinetron, ternyata menampilkan adegan yang sangat obsesif. Tetapi dikala dibungkus jalan cerita, setting dan back-sound menjadi sesuatu harmonis. Seperti dikala pria yang memperjuangkan cintanya kepada wanita yang disukainya, sehingga beliau terus mengejar apapun yang terjadi dan kondisinya. Ya namanya juga drama semua di setting happy ending, tetapi banyak juga kan yang terinspirasi? padahal tak harus begitu juga bung. Padahal jika serasi yakni antara bung dan nona saling berusaha untuk mengasihi bukan berat di satu sisi.


Mencari yang Bisa Klik Atau yang Berbeda?


Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar Walau Memiliki Pandangan yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung dan si Nona Tak Bisa Bersama


Hal ini sulit bung untuk dipilih. Karena untuk mencari pasangan otomatis bakal lebih gampang dan senang jika mempunyai dunia yang sama. Obrolan bakal mengalir hingga jauh ibarat iklan mesin air di layar kaca. Tetapi yang berbeda juga nggak kalah serunya alasannya yakni sanggup menyelami dua dunia yang berbeda antara bung dan nona, barang tentu itu menjadi pengalaman gres bukan? tapi dengan catatan, tidak hanya bung saja yang ingin tahu wacana dunia nona, tapi nona tidak bersikap sebaliknya. Kalau ibarat itu ya sama saja bohong.


Memahami Atau Menghargai Satu Sama Lain?


Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar Walau Memiliki Pandangan yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung dan si Nona Tak Bisa Bersama


Memahami dan menghargai sudah terang berbeda. Tapi bung yang memahami apakah sudah tentu menghargai? rasanya lebih baik menghargai satu sama lain kan bung. Ketika bung memahami nona doyan belanja, belum tentu bung iklhas dalam hati dikala tas bermerek macam Hermes berada di tangannya yang harganya sanggup mencapai puluhan juta. Tapi jika menghargai niscaya bung sudah iklhas wacana kelakuan dan kemauannya. Makara bung harus menentukan yang menghargai?


Apakah Pacaran Serumit Itu Dalam Soal Cara Pandang?


Tak ada kekerabatan yang sanggup berjalan lancar Walau Memiliki Pandangan yang Tak Sama, Bukan Berarti Bung dan si Nona Tak Bisa Bersama


Berhubungan atau pacaran memang tidak gampang kok. Kalau gampang mungkin orang yang patah hati sangat langka, orang yang terlukai sanggup jadi tidak ada. Ya bekerjasama memang rumit bung. Dua kepala, dengan isi yang berbeda coba melebur menjadi satu, itu saja sudah menjelaskan di mana titik rumitnya kan.


Soal cara pandang, memang balik lagi ke masing-masing orang dengan gaya pacarannya. Kalau merasa nyaman-nyaman saja dengan cara yang kini bung jalani, ya tidak apa-apa. Tetapi jika bung fikir-fikir lagi ternyata ada sesuatu hal yang mencurigai atau janggal. Kira-kira bagaimana ?