Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Era Lalu?

Posted by Ganas003 on 09.52 in

 


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa sekarang, tapi anehnya bung kerap mendadak gusar kala beliau membahas sedikit perihal masa lalunya. Sekilas ini terang tampak aneh, apalagi kalau ternyata bung tak tahu apa-apa perihal masa kemudian mereka. Bertindak jadi pacar yang mencoba menawarkan cinta. Bung, malah menggila dan cemburu buta.


Sah-sah saja memang kalau bung bilang tak suka, kemudian memintanya untuk melupakan semua dongeng lampau miliknya. Tapi kalau hal tersebuta malah dijadikan sumber masalah, barangkali ada yang salah dengan hati kita.


Rasa Tidak Iklhas Untuk Memaafkan Apa yang Telah Terjadi Menjadi Sumber Kenapa Bung Suka Gelisah Sendiri


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa kini Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Masa Lalu?


Tidak iklhas memaafkan atau merelakan apa yang terjadi, menjadi alasan utama kenapa bung selalu saja cemburu dengan masa lalu. Memang dimulut bung mengucapkan “iya saya maafkan” tetapi kasus hati tidak ada yang tahu bukan? ketidakiklhasan dalam menyikapi kasus lah yang menciptakan bung menjadi seseorang yang dihantui kasus di masa lalu. Bahkan rasa menyerupai ini sangat tidak baik bagi hubungan, sehingga mengurangi kadar keharmonisan yang terjalin antara bung dengan pasangan.


Merasa Kalah Dalam Kompetisi Merebut Hati Nona, Hingga Masa Lalu pun Bung Anggap Kaprikornus Saingan


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa kini Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Masa Lalu?


Kompetisi ini bukan berarti merebutkan satu piala bergilir menyerupai halnya kompetisi pada umumnya. Namun, kompetisi yang dimaksud yakni kasus merebut hati nona, dikala bung notabene yakni pasangan nona namun ketika nona dapat kepincut atau terpincut dengan laki-laki lain, atau masih terbayang dengan mantan.


Jelas menciptakan hati panas, sehingga cemburu terkait problem masa kemudian tak dapat ditampik begitu saja. Ditambah lagi bung terheran-heran dan selalu bertanya “Kok dapat ya kau dulu suka dengannya?”. 


Bung Ingin Merasa Menang Dengan Mantan Lewat Perbandingan


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa kini Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Masa Lalu?


Siapa yang tahan apabila dibandingkan kehidupan korelasi kini dengan sang mantan. Apalagi membandingkan perilaku dan perlakuan, dikala mendengar di kuping saja bung bakal merasa muak. Bung yang selalu ingin menjadi nomor satu di hati nona. Kerap melaksanakan hal ceroboh atau sekedar ingin mengetahui apakah perlakuan bung sudah unggal di mata nona atau belum.


Terkadang hal yang bung lakukan yakni mengunggah pertanyaan “Romantisan saya atau mantan kamu?”, alih-alih ingin mengetahui siapa yang lebih romantis namun bung malah terbawa emosi sehingga tak kuasa menahan emosi di dalam hati. Kaprikornus itu salahmu sendiri bung, siapa suruh tanya begitu?


Kerap Bertanya Hal Spesial Apa yang Dilakukan Laki-laki Lain Kepadamu Bung


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa kini Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Masa Lalu?


Salah satu hal yang menciptakan bung cemburu dengan masa kemudian yakni selalu bertanya hal Istimewa apa yang dilakukan laki-laki lain kepada nona. Saat bung mengetahuinya, mungkin bung jadi tertantang untuk mengetahui apakah bung dapat mengalahkan dominasi laki-laki tersebut. Namun, hal itu tidak membantu bung menjadi laki-laki spesial!


Hasilanya, akan ada rasa cemburu yang hadir. Sehingga bung kerap menghampiri nona dan merasa curiga apakah nona masih berafiliasi dengan laki-laki tersebut. Meskipun nona sudah berkata sejujurnya, tetap saja bung merasa tidak puas dengan jawabannya.


Padahal Apa Untungnya Cemburu Dengan Masa Lalu?


Sudah hidup bahagia dengan si nona di masa kini Kenapa Bung Selalu Cemburu Dengan Masa Lalu?


Cemburu dengan masa kemudian yakni hal yang membuang energi yang tidak perlu. Lagi-lagi banyak pepatah dan jargon klise yang pada pada dasarnya mengatakan, lupakanlah masa lalu, yang berlalu biarlah berlalu. Kalau bung masih kerap dihantui cemburu karena masa kemudian nona yang erat dengan banyak pria, mempunyai mantan yang menjalin korelasi bertahun-tahun bahkan hal yang lainnya, tak seharusnya bung cemburu berapi-api sehingga emosi di dalam diri.


Karena yang terjadi dulu dengan kini sudah berbeda, jadi relakanlah masa kemudian beliau sama menyerupai beliau merelakan masa kemudian mu, yang dapat saja jauh lebih parah darinya. Bukan begitu bung?