Hubungan Intim Bergelora Tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-Kira Kenapa Ya Bung?

Posted by Ganas003 on 19.52 in ,

Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki-laki, karena kaum adam yang memulai, mengajak, dan bergerak. Sedangkan perempuan, acap kali dicap sebagai pihak yang mendapatkan begitu saja. Sehingga kendali dari kekerabatan ranjang selalu ditujukan kepada laki-laki. Jadinya pria berperan sentris. Padahal bisa saja ketika Bung sedang menggelora ketika melaksanakan kekerabatan intim dan sudah mencapai titik kepuasan sehabis melaksanakan intercouse, si nona tidak mencicipi apa-apa lho. Lantas apa yang terjadi?


Walaupun anggapan seks didominasi pria itu tidak sanggup dibenarkan, tetapi secara gamblang pun tidak sanggup dibantahkan. Karena pembahasan seks di mata wanita selalu dianggap tabu oleh budaya yang mengakar di sekitar kita. Padahal kalau ditanya, pentingkah kepuasan di mata si nona? Rasanya jawabannya tidak jauh berbeda dengan laki-laki. Firliana Purwanti, seorang penulis buku berjudul The ‘O’ Project (2010), mendapatkan suatu fakta menarik dari sekian fakta lainnya soal kekerabatan intim, yakni kenapa si nona sulit mencapai orgasme.


Terdapat Penyakit di Bagian Vagina Si Nona yang Membuat Seks Tak Terlaksana Semestinya


Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki Hubungan Intim Bergelora tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-kira Kenapa Ya Bung?


Sebagai pria yang kerap “menuntun” wanita dalam hal membuatkan kepuasaan, Bung harus mengetahui apakah si nona mencicipi kenikmatan yang sama ketika sedang di ranjang. Lantaran hal ini penting kedepannya, bukan hanya dari segi seksual saja tetapi juga kuat pada hubungan. Bahkan terdapat penelitian di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa 75 persen pria selalu mencapai orgasme ketika melaksanakan kekerabatan intim, sementara hanya 29 persen wanita yang sanggup mencapainya.


Salah satu faktornya ialah penyakit fisik yang dialami si nona. Seperti vaginismus, suatu kondisi otot vagina si nona mengalami kejang begitu ada sesuatu yang dimasukkan ke arah sana. Si nona yang mengalami semacam ini akan mencicipi ketidaknyamanan apabila ketika sedang bekerjasama intim, terutama ketika dipenetrasi.


Bahkan Sampai Ada Rasa Terbakar hingga Hubungan Badan Menjadi Perkara yang Mengakar


Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki Hubungan Intim Bergelora tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-kira Kenapa Ya Bung?


Memang benar bahwa si nona lebih rentan terhadap penyakit, apalagi penyakit yang berada di penggalan kelaminnya. Adapun selain vaginismus, masih pula vulvodynia, yang secara medis apabila dijelaskan merupakan kondisi nyeri kronis yang terjadi di penggalan bibir vagina yang bakal berlangsung secara terus-menerus. Bahkan bisa terjadi hingga kurun waktu tiga bulan ke depan. Si nona bakal mengalami rasa menyerupai terbakar, iritasi, atau berdenyut-denyut pada genitalia.


Bisa Makara Si Nona juga Mengalami Stres atau Kelelahan Fisik Sehingga Hubungan Badan Tidak Terasa “Asyik”


Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki Hubungan Intim Bergelora tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-kira Kenapa Ya Bung?


Tentu Bung tidak mau hanya dipuaskan saja, tetapi juga Bung ingin menunjukkan timbal balik. Karena kekerabatan intim secara pakem ialah membuatkan hal yang sama untuk mencapai titik kepuasan. Terdapat ranah duduk kasus seksual perempuan, ketika tidak bisa mendapatkan rangsangan seksual sehingga kekerabatan tubuh yang harusnya mempunyai kesan ena-ena malah menjadi hal yang tidak ena.


Kondisi ini disebut sebagai frigidity, yang bisa disebabkan oleh rasa stres, kecemasan, keletihan fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, dan alkohol. Bahkan, rasa stress berat ketika kekerabatan tubuh mengalami sakit yang luar biasa, juga bisa menjadi pemicu. Sebagai laki-laki, Bung harus bisa mengetahui kondisi ini, jangan karena kepalang nafsu apa yang terjadi di depan bukan sikat terlebih dahulu hingga mengabaikan kondisi pasangan.


Mau Dirangsang Bagaimanapun Juga, Si Nona Tetap Kebal dan Tidak Merasakan Apa-Apa


Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki Hubungan Intim Bergelora tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-kira Kenapa Ya Bung?


Untuk hal yang satu ini, bisa jadi pergunjingan bagi Bung diri sendiri yang dinamakan anorgasmia. Apa itu anorgasmia? Ketika pasangan tidak bisa bahkan sulit ketika mencapai titik orgasme. Meskipun Bung telah berusaha menunjukkan stimulus-stimulus seksual secara tepat. Ini bukan salah Bung karena tidak bisa merangsang si nona, melainkan ada kondisi penyakit yang menyerangnya.


Dalam situs Mayo Clinic, disebutkan ada beberapa tipe anorgasmia, pertama lifelong anorgasmia, yakni keadaan ketika seseorang tidak pernah mengalami orgasme. Kedua, acquired anorgasmia bahwa sulit sekali untuk mencapai orgasme kedua kalinya. Ketiga, situational anorgasmia, kondisi dimana seorang wanita hanya bisa mencapai orgasme pada situasi-situasi tertentu, lebih parahnya orgasme yang dialami wanita hanya terjadi ketika bekerjasama dengan pasangan tertentu saja. Dengan kata lain kalau mantan pacarnya bisa menciptakan beliau orgasme, belum tentu Bung juga bisa melakukannya. Terlebih lagi ada beberapa wanita yang tidak mencapai orgasme lewat penetrasi di penggalan vagina saja.


Paling Miris jikalau Si Nona Tak Bisa Terpuaskan meski Bercinta dengan Siapa Saja


Hubungan intim secara tidak pribadi memang didominasi oleh laki Hubungan Intim Bergelora tetapi Si Nona Tidak Merasakannya? Wah, Kira-kira Kenapa Ya Bung?


Dari sekian kategori anorgasmia, yang paling berbahaya dan juga miris ialah generalized anorgasmia. Kondisi ini sangat memprihatinkan dimana si nona tidak sanggup mencapai titik kepuasan dengan siapa pun dalam kondisi apa pun. Meskipun penyakit ini berpangkal kepada perempuan, tetap saja Bung sebagai pria harus memperhatikan. Sekali lagi Bung, kondisi ranjang bukan hanya soal kepuasan diri Bung saja, tetapi juga pasangan Bung.